Mencintaimu Dengan Waras
Karya : Pena_Lingga
Mencintaimu, adalah kewarasanku yang paling gila.
Aku tahu dari awal, langkah ini tak akan menuju bahagia.
Namun entah mengapa, aku tetap memilih tinggal,
di tempat yang sejak awal sudah mengajarkan cara terluka.
Aku tidak tersesat, aku sadar ke mana arah perasaan ini pergi.
Hanya saja, aku terlalu keras kepala untuk berhenti.
Seolah luka yang kau beri terasa lebih jujur
daripada kebahagiaan yang datang dari yang lain.
Aku mencintaimu dengan mata terbuka,
melihat jelas bagaimana akhirnya nanti.
Tidak ada kejutan, tidak ada harapan berlebihan,
hanya penerimaan bahwa aku akan jatuh dan hancur perlahan.
Banyak yang bilang cinta seharusnya menyembuhkan,
tapi bersamamu aku belajar arti bertahan dalam sakit.
Aku tidak pergi, bukan karena tidak mampu,
aku hanya belum siap kehilangan sesuatu yang bahkan tak pernah benar-benar kumiliki.
Aku tahu, aku hanya persinggahan dalam ceritamu.
Tempat singkat sebelum kau melanjutkan perjalanan.
Namun bagiku, kau adalah tujuan yang kupaksakan,
meski aku sadar aku bukan rumah yang kau inginkan.
Lucunya, aku masih bisa tersenyum di hadapanmu,
seolah tidak ada yang retak di dalam dada ini.
Padahal setiap kata yang kau ucapkan tanpa perasaan
diam-diam meruntuhkan sesuatu yang aku jaga mati-matian.
Aku tidak menuntut untuk dicintai kembali,
aku hanya ingin kau tahu aku pernah sungguh-sungguh.
Bahwa di antara semua pilihan yang lebih masuk akal,
aku tetap memilih sesuatu yang pasti menyakitkan.
Jika suatu saat aku pergi, mungkin bukan karena aku ingin,
tapi karena keadaan memaksaku menyerah tanpa benar-benar rela.
Sebab ada batas yang bahkan cinta pun tidak mampu lawan,
meski hatiku terus memohon untuk tetap tinggal.
Dan bila nanti kau mengingatku,
ingatlah aku sebagai seseorang yang perlahan menghilang.
Bukan karena aku berhenti merasa,
tapi karena aku habis… tanpa pernah benar-benar selesai.
Mencintaimu tetap menjadi bagian paling jujur dalam hidupku,
dan juga luka yang tak pernah menemukan sembuhnya.
Aku tidak pergi dengan utuh, aku tertinggal di dalam dirimu,
AKU MENCINTAIMU DENGAN WARAS HINGGA DI SANGKA GILA.
Atap tangis, Langit batin, 27 April 2026