Penipu Ulung
Karya: Pena_Lingga
Kau tahu!
Betapa mirisnya aku melihat orang tertipu,
Diberi wejangan palsu,
Yang membuat hati mereka menjadi ambigu.
Jangan salahkan aku!
Aku begini karena rasa iba,
Bukan untuk mencari muka,
Atau sekadar ingin dipuji dan dipuja.
Aku ini manusia, berjiwa dan punya rasa,
Mana mungkin diam saat dusta merajalela,
Melihat mereka tertawa di atas luka,
Sementara kalian tertindas dan merana.
Ini fakta, bukan sekadar cerita,
Bukan pula karangan tanpa makna,
Apa yang kulihat nyata adanya,
Meski pahit untuk diterima.
Tolong, cerna dengan bijak,
Jangan asal berasumsi lalu beranjak,
Apakah kalian senang terus diinjak,
Dan hidup hanya jadi budak?
Mereka pandai merangkai kata,
Membungkus dusta jadi terasa nyata,
Seakan benar tanpa cela,
Padahal hanya tipu daya semata.
Janji manis jadi senjata,
Membius hati tanpa terasa,
Hingga kalian lupa arah dan asa,
Terjebak dalam jerat yang sama.
Sadarlah sebelum terlambat,
Jangan biarkan diri terikat,
Karena sekali kalian tersesat,
Bangkit pun terasa berat.
Gunakan akal, tajamkan rasa,
Bedakan mana tulus, mana rekayasa,
Jangan mudah percaya begitu saja,
Meski kata mereka terdengar sempurna.
Aku hanya ingin membuka mata,
Bukan menjatuhkan siapa-siapa,
Jika kalian masih memilih percaya,
Setidaknya aku sudah bersuara.
Republik Rubik, 17 April 2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar