Ramuan Kekuasaan
Karya : Pena_Lingga
Mari meramu rima—remuk, meriak, meriang
Majas menjalar, menjelma menjengat—menyilang
Diksi dikunyah, digilas, digiring gamang
Dalam dengung dada, deru derita digendang
Belati berbalut belukar bahasa berbiak
Melati melilit makna—mengerat, mengoyak, meriak
Aku arus angkara—arusmu akan ambruk teriak
Kau karam, terkoyak, terkunci, tak lagi teriak
Politik pelik—pelintir peluh penuh pelacur palsu
Kursi keropos—kroni kerumun, kerakus kalbu
Janji jadi jaring—jerat jelata, jemu yang membatu
Rakyat retak—ragu, remuk, runtuh dalam rindu semu
Bibir berbuih—berisik, berulang, berlapis bual
Dasi berdalih—dendam dipelintir jadi dalil dangkal
Suara disuap—sunyi disayat, sengaja disangkal
Sistem sekarat—sembunyi sakit, seolah sakral
Data didramatisir—diterjang dusta dalam detak
Dadu dilempar—derajat dibeli, derapnya retak
Dalih dipahat—dalam dada dingin yang pekak
Demokrasi? deru-dendam—dilumat, dirampas, digetak
Simulakra sumpah—serapah seolah suci serasi
Serdadu suara—sandiwara sengaja disugesti
Sirkus senyap—senyum sinis, sandiwara basi
Sementara sengsara sibuk sembunyi di sisi
Kata-kata keras—kerangkeng nurani, kusut kuasa
Kuota kuasa—kunci keadilan, koyak rasa
Kering kerongkongan kejujuran—kandas binasa
Karena kursi—kuil kotor, keramatnya rekayasa
Retorika retak—runtun rasa runtuh berderak
Rencana rusak—rapi rapi namun rapuh teracak
Rakyat diracik—ragu dirantai, riuh meriak
Realita remang—redup, redup, lalu lenyap terinjak
Teriak teredam—tertindih tepuk tangan terkutuk
Tangan-tangan tamak—tajam, terlatih, terus merenggut
Tumpukan tanya—terkunci, tertanam, tak sempat terbentuk
Terjebak tirani—takhta timpang, terus mengutuk
Aksara akhirnya amuk—arus amarah menganga
Angkuh akan ambruk—arus balik menelan kuasa
Agar abai tersadar—atau habis dihantam masa
Dan rakyat—raksasa riil—runtuhkan reka-reka rasa
Republik Rubik, 18 April 2026
Tidak ada komentar:
Posting Komentar