Aku titip dia ya
Karya : Pena _ Lingga
Aku titip dia, ya
Orang yang dulu sempat jadi alasanku bertahan di hari-hari paling kacau.
Yang matanya pernah jadi tempat paling nyaman untuk pulang,
meski kini bukan aku lagi yang dia cari untuk menceritakan lelahnya.
Dia bukan sempurna, aku tahu.
Tapi dia pernah membuatku merasa cukup, meski aku tak punya apa-apa.
Tolong, jangan buat dia merasa sendirian
seperti dulu saat dia berpura-pura kuat di hadapanku.
Aku titip dia, ya.
Kalau nanti dia mulai menarik diri, jangan langsung tinggalkan.
Dia kadang butuh waktu untuk tenang,
bukan karena tak cinta, tapi karena terlalu banyak luka yang dia simpan sendiri.
Dia tidak pandai berkata "tolong",
meski sedang sangat butuh digenggam.
Kalau kamu sayang, pahami diamnya.
Sebab di balik diam itu, ada perang yang tak pernah selesai.
Kalau dia marah, dengarkan.
Jangan balas dengan amarah juga.
Dia hanya takut kehilangan,
dan kadang dia menunjukkan itu dengan cara yang salah.
Aku titip dia, ya.
Jaga tawanya, karena itu dulu yang paling aku rindukan saat kami mulai renggang.
Jaga tangisnya juga, jangan biarkan jatuh sendirian
seperti waktu aku tak cukup kuat untuk menggenggamnya lebih lama.
Aku tahu kamu yang dia pilih,
dan aku harus belajar menerima bahwa bukan aku akhir dari kisahnya.
Tapi setidaknya, biar aku menitipkan segala rasa yang pernah tumbuh,
agar kamu tahu, dia pantas dijaga—bukan disia-siakan.
Dia pernah begitu dalam mencinta,
sampai rela kehilangan dirinya sendiri untuk membuat orang lain tetap tinggal.
Jangan buat dia kehilangan dirinya lagi.
Biarkan kali ini dia disayangi tanpa harus berkorban terlalu banyak.
Aku titip dia, ya.
Karena jika satu-satunya hal yang bisa kulakukan untuk mencintainya sekarang
adalah melepaskan—maka aku akan melepas,
dengan doa yang tak pernah keras,
dan dengan harap: semoga kamu adalah rumah yang tak akan membuatnya ingin pergi lagi.
Kamarku,15 Juli 2025
Tidak ada komentar:
Posting Komentar