Minggu, 11 Januari 2026

Maaf, Kalau Aku Menyimpanmu di galeriku


Maaf, Kalau Aku Masih Menyimpanmu di Galeriku
Karya : Pena_Lingga

Maaf ya kalau sampai hari ini aku masih menyimpan fotomu di galeri ponselku, bukan karena aku ingin kembali atau berharap sesuatu yang sudah selesai, tapi karena di dalam foto-foto itu ada versi diriku yang dulu pernah merasa utuh. Setiap kali aku melihatnya, aku seperti diingatkan bahwa aku pernah bahagia dengan cara yang sederhana, tertawa tanpa banyak beban, dan merasa ditemani oleh seseorang yang pernah begitu berarti.

Maaf juga kalau satu pun chat kamu di WhatsApp belum aku hapus, bahkan yang isinya cuma hal-hal sepele seperti menanyakan sudah makan atau belum. Hal-hal kecil itu justru yang paling sulit dilepas, karena di sanalah aku bisa melihat bagaimana kita dulu begitu dekat tanpa harus membuat hal besar untuk merasa saling peduli.

Aku tahu, menyimpan semua itu mungkin terlihat seperti aku belum bisa melangkah maju, seolah aku masih terjebak di masa lalu yang sama. Padahal sebenarnya aku hanya belum siap untuk menghapus bagian hidup yang pernah membentukku, karena kenangan itu ikut membuatku jadi seperti sekarang.

Menghapus fotomu dan chatmu terasa seperti menghapus bukti bahwa kita pernah sungguh-sungguh saling punya. Aku tidak mau berpura-pura kuat dengan cara melupakan, karena buatku, mengingat dengan jujur justru jauh lebih manusiawi daripada pura-pura tidak pernah terjadi apa-apa.

Sekarang aku sudah mulai benar-benar sadar kalau kita memang sudah tidak lagi searah, tidak lagi berjalan menuju tujuan yang sama seperti dulu. Mungkin kita bertemu hanya untuk saling mengajarkan sesuatu, lalu setelah itu harus melanjutkan hidup masing-masing dengan cara yang berbeda.

Meski begitu, ada satu hal yang tidak pernah ingin aku sesali, yaitu kenyataan bahwa aku pernah menjadi orang yang kamu pilih di antara begitu banyak pilihan yang kamu punya. Walau sekarang posisiku sudah bukan siapa-siapa, kenangan itu tetap terasa hangat ketika aku mengingatnya.

Aku tidak sedang menunggu kamu kembali, dan aku juga tidak menuntut apa pun dari hidupmu sekarang. Aku hanya ingin menyimpan kenangan itu sebagai pengingat bahwa aku pernah cukup berarti untuk dicintai, meski akhirnya tidak bisa bertahan.

Kadang aku membuka fotomu bukan karena aku ingin mengulang semuanya, tapi karena aku ingin mengingat bahwa hatiku pernah bekerja dengan baik. Bahwa aku pernah mencintai dengan tulus, dan itu bukan sesuatu yang harus aku malu-maluin.

Mungkin suatu hari nanti aku akan punya keberanian untuk menghapus semuanya tanpa merasa sesak di dada. Tapi hari ini, aku masih butuh waktu untuk berdamai dengan kehilangan, dan menyimpan kenangan itu adalah salah satu caraku bertahan.

Karena meski kita sekarang sudah berjalan di arah yang berbeda, aku tetap merasa bahagia pernah menjadi bagian kecil dari hidupmu. Walau hanya sebentar, itu sudah cukup untuk membuatku tahu bahwa cintaku dulu bukan sesuatu yang sia-sia.

Bilik Sunyi, 12 Januari 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mak, Masihkah Pelukanmu Menungguku ?

 MAK, MASIHKAH PELUKANMU MENUNGGUKU? Karya : Pena_Lingga Mak, andai kelak hujan jatuh tanpa langit, dan malam menanak sunyi di periuk yang t...