Sabtu, 10 Januari 2026

Kita Dewasa Sama-sama Ya


KITA DEWASA SAMA-SAMA YA !
Karya : Pena_Lingga


Aku mohon, dewasalah hatiku. Jangan lagi mudah goyah hanya karena satu kalimat atau satu kenangan yang muncul tiba-tiba. Kita sudah terlalu sering terluka oleh hal yang sebenarnya tidak perlu dibesarkan, hanya karena kita takut kehilangan sesuatu yang belum tentu memang milik kita sejak awal.

Dulu aku mengira patah hati itu bagian dari romantika hidup. Seolah tanpa luka, kisah tidak akan terasa berarti. Tapi sekarang aku mulai sadar, terlalu sering hancur hanya membuat lelah dan menguras tenaga, sementara hidup terus berjalan tanpa peduli apakah kita siap atau tidak.

Ada masa ketika aku menikmati sedih, seolah itu membuatku lebih dalam dan lebih manusiawi. Namun semakin ke sini, kesedihan justru terasa seperti beban yang sulit dipikul sendirian, apalagi jika datang dari orang yang seharusnya memberi rasa aman, bukan menambah luka.

Hatiku harus belajar membedakan mana yang memang pantas diperjuangkan dan mana yang hanya menghabiskan tenaga. Tidak semua orang yang datang membawa niat untuk tinggal, dan tidak semua janji dibuat untuk benar-benar ditepati.

Aku tidak ingin lagi memaksa diri bertahan di tempat yang sudah jelas tidak ramah. Jika sebuah hubungan hanya membuat sesak, dipenuhi ragu dan kecewa, mungkin memang sudah waktunya dilepas meski rasanya tidak mudah.

Menjadi dewasa bukan berarti tidak merasa sakit atau pura-pura kuat setiap saat. Tapi dewasa adalah tahu kapan harus berhenti menyakiti diri sendiri demi sesuatu yang tidak pasti dan tidak memberi kepastian tentang masa depan.

Sekarang aku ingin lebih jujur pada perasaanku sendiri, tanpa merasa bersalah. Jika lelah, aku akan mengakuinya. Jika kecewa, aku tidak akan lagi menutupinya dengan senyum palsu hanya untuk terlihat baik-baik saja.

Aku tidak lagi ingin membungkus luka dengan kata-kata indah atau alasan yang dibuat-buat. Karena nyatanya, sakit tetap sakit, dan ia perlu diakui agar bisa perlahan sembuh, bukan disimpan sampai akhirnya meledak di dalam diri.

Hatiku harus belajar berdiri tanpa bergantung pada siapa pun untuk merasa utuh. Bahagia tidak boleh selalu dititipkan pada kehadiran orang lain, karena ketika mereka pergi, kita tidak seharusnya ikut runtuh bersama mereka.

Maka sekali lagi aku mohon, dewasalah, hatiku. Mari kita jalani hidup ini dengan lebih tenang, menerima kehilangan tanpa harus terus menerus hancur, dan memberi diri sendiri kesempatan untuk merasa cukup meski tidak lagi bersama orang yang dulu kita anggap segalanya.

Bilik Sunyi, 11 Januari 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mak, Masihkah Pelukanmu Menungguku ?

 MAK, MASIHKAH PELUKANMU MENUNGGUKU? Karya : Pena_Lingga Mak, andai kelak hujan jatuh tanpa langit, dan malam menanak sunyi di periuk yang t...