Kamis, 10 Juli 2025

Gak papa kok, aku sudah terbiasa

 Gak papa kok, aku sudah terbiasa

Karya : Pena_Lingga


Gak papa kok, aku udah terbiasa ditinggal.

Dulu sempat nyesek, sekarang lebih ke... yaudah. Mungkin emang aku bukan tempat yang layak untuk disinggahi lama-lama. Aku cuma pelarian sementara, yang gampang ditinggal pas semuanya udah baik-baik aja. Aku cuma jeda, bukan tujuan.


Aku belajar untuk gak banyak nanya. Kalau orang pergi, ya pergi aja. Karena kadang, penjelasan itu cuma bikin luka makin dalam. Aku udah pernah ngerasain ditinggalin dengan alasan yang manis, dan ternyata... rasanya tetap pahit. Jadi sekarang, diam lebih aman.


Ada malam-malam di mana aku masih nyari jejakmu. Masih ngeraba sisa-sisa percakapan yang pernah kita punya. Tapi aku tahu, itu semua udah gak penting. Kamu mungkin udah lupa, sementara aku masih bolak-balik ke kenangan yang sama, kayak orang nyari pintu keluar di lorong yang gelap.


Kamu tau rasanya dijadiin pilihan cadangan? Aku tahu. Rasanya kayak nunggu di halte, tapi gak ada bus yang bakal datang. Dan aku diem di situ, berharap, padahal jelas-jelas gak ada yang akan mampir lagi.


Luka itu udah kayak teman. Dia ikut aku ke mana-mana. Duduk bareng di meja makan, nemenin tidur, bahkan nempel di punggung tiap kali aku pura-pura kuat di depan orang lain. Orang cuma lihat aku senyum, tapi gak ada yang tahu betapa beratnya napas yang aku tahan tiap malam.


Aku gak minta siapa-siapa buat paham. Aku cuma pengen dihargai. Gak usah pura-pura peduli, kalau akhirnya ninggalin juga. Aku capek buka hati buat orang yang cuma mampir tanpa niat bertahan. Karena tiap kali aku kasih ruang, mereka datang dan pergi sesukanya, ninggalin berantakan yang harus aku beresin sendiri.


Kadang aku mikir, mungkin aku terlalu banyak berharap dari orang yang cuma numpang lewat. Tapi gimana caranya gak berharap, kalau mereka datang bawa senyum dan janji yang terdengar tulus? Aku bukan bodoh. Aku cuma terlalu percaya.


Sekarang aku lebih hati-hati. Bukan karena gak mau dekat lagi, tapi karena takut jatuh ke lubang yang sama. Aku tahu, cinta bisa datang berkali-kali. Tapi yang tulus, yang mau tinggal walau hari-hari gak baik-baik aja, itu langka. Dan aku capek kalau harus jatuh, berdiri, lalu jatuh lagi.


Tapi tenang aja... aku masih di sini. Masih bernapas. Masih jalan pelan-pelan. Mungkin gak sekuat dulu, tapi aku gak nyerah. Karena meski yang lain pergi, aku tetap bertahan. Sama luka yang gak sembuh-sembuh, sama hati yang makin sempit, tapi tetap aku jaga. Karena pada akhirnya, yang benar-benar bisa aku andalkan... cuma diriku sendiri.


Kamarku, 11 Juli 2025

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mak, Masihkah Pelukanmu Menungguku ?

 MAK, MASIHKAH PELUKANMU MENUNGGUKU? Karya : Pena_Lingga Mak, andai kelak hujan jatuh tanpa langit, dan malam menanak sunyi di periuk yang t...