Rabu, 25 Juni 2025

Kawasan Patah Hati

 Kawasan Patah Hati

Karya : Pena_Lingga


Jangan pernah datang lagi, tempat ini bukan rumah tempatmu pernah disambut dengan pelukan. Ini tanah tempat aku tumbuh dari reruntuhan, tempat aku merawat luka dari kata‑kata yang pernah menghujam. Tak perlu mengetuk pintunya, tak perlu berdiri di depannya, sebab tak pernah ada yang kembali dari tempat yang pernah mematahkan hatinya sendiri.


Tempat ini bukanlah taman tempat bunga‑bunga tumbuh dari air mata yang pernah tumpah. Ini tempat sepi tempat waktu pernah berhenti, tempat aku belajar menerima bahwa tidak semua cerita perlu dilanjutkan. Ada kesunyian yang tumbuh dari ujung langkah kaki yang pernah menjauh, dan aku sudah menjadikannya rumah bagi diriku sendiri.


Jangan pernah membawa cerita dari masa lalu, tempat ini bukan panggung tempat kita bisa mengulang kata dan menjadikan luka sebagai lakon yang menyenangkan. Ada kata‑kata yang pernah terlalu tajam, ada janji yang pernah terlalu ringan, dan tempat ini tak pernah membutuhkan itu lagi. Biarlah sunyi yang menjawab ketika seseorang mengetuk dari luar.


Saat ini tempat ini bukan tempat pertemuan bagi siapa pun yang pernah membuat harapan tumbang sebelum waktunya. Ada kesendirian yang pernah menjelma menjadi sahabat setia, membuat aku berdiri tegar di tengah tanah yang pernah tandus ini. Ada pelajaran yang tumbuh dari reruntuhan, pelajaran yang membuat aku mengerti bahwa tidak semua luka perlu dicabut dari akarnya.


Jangan pernah membawa bunga, tempat ini bukan makam tempat aku ingin mengenang siapa pun. Ada cerita yang memang harus selesai, ada cerita yang memang tidak perlu dihidupkan kembali. Ada bab yang memang harus dibiarkan tertutup selamanya, agar tak pernah memanggil siapa pun dari masa silam.


Tempat ini bukan rumah bagi siapa pun yang pernah menjadikan aku pilihan kedua. Ada cerita yang pernah menunggu di balik jendela, ada harapan yang pernah tumbuh dari balik pintu, tetapi semua itu telah berubah menjadi dinding tebal yang memisahkan aku dari siapa pun yang pernah datang dan pergi. Tak perlu mengetuk, tak perlu berdiri di sana, sebab tak pernah ada siapa pun yang perlu diterima kembali.


Tempat ini bukan ladang tempat masa lalu bisa tumbuh dan berbuah kembali. Ada waktu yang pernah berhenti, ada waktu yang pernah terasa panjang dari detik ke detik, hingga aku belajar bahwa tidak semua cerita harus selesai dengan kata selamat datang. Ada cerita yang memang selesai dengan kata selamat tinggal, dan itu bukan berarti kegagalan.


Saat ini tempat ini bukan tempat bagi siapa pun yang pernah membuat langit terasa terlalu rendah dan bumi terlalu sempit. Ada kata‑kata yang pernah membuat aku terluka, kata‑kata yang pernah membuat aku merasa kecil, tetapi dari kata‑kata itu aku tumbuh dan berdiri. Sekarang tempat ini bukan tempat bagi siapa pun yang pernah datang membawa kegelisahan itu.


Tempat ini bukan pelabuhan tempat siapa pun bisa datang dan pergi semaunya. Ada waktu yang pernah membuat aku belajar menerima kesunyian sebagai sahabat, menerima kesendirian sebagai rumah, menerima kehilangan sebagai pelajaran panjang yang tak pernah diajarkan sekolah mana pun. Ada waktu yang membuat aku mengerti bahwa tidak semua yang pernah datang perlu kembali.


Jangan pernah datang lagi, tempat ini bukan kawasan yang bisa siapa pun masuki kembali semaunya. Ada cerita yang memang tak perlu dilanjutkan, ada perasaan yang memang tak perlu dihidupkan kembali, ada luka yang memang perlu dikubur dan tak pernah diungkit dari tanah yang pernah menerima air matanya. Biarlah tempat ini tetap sunyi, tetap damai, tetap menjadi tempat aku tumbuh dari sisa‑sisa yang pernah patah dan tak pernah perlu dijenguk siapa pun lagi.



Kamarku,25 Juni 2025

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mak, Masihkah Pelukanmu Menungguku ?

 MAK, MASIHKAH PELUKANMU MENUNGGUKU? Karya : Pena_Lingga Mak, andai kelak hujan jatuh tanpa langit, dan malam menanak sunyi di periuk yang t...