Biarkan Tulisan Ini Yang Menyampaikan
Karya : Pena_Lingga
Aku menulis ini bukan untuk dibaca, tapi untuk didengar oleh semesta yang tahu betapa sesaknya dada saat harapan dikhianati. Tak ada yang lebih menyakitkan dari memberi kepercayaan penuh, lalu melihatnya jatuh dan pecah tanpa ada yang peduli untuk memungut serpihannya.
Ada yang tak bisa kembali sejak kepergianmu. Bukan hanya kebiasaan atau percakapan malam, tapi juga senyum yang dulu begitu mudah hadir hanya karena mendengar namamu. Kini, bahkan bayanganmu pun terasa asing.
Aku bukan ingin kau kembali. Aku hanya ingin mengerti kenapa semua yang kita jaga dengan hati-hati, hancur seperti tak pernah berarti. Apakah aku terlalu berharap atau kau memang datang hanya untuk singgah?
Tulisan ini bukan sekadar rangkaian kata, tapi luka yang tak bisa aku ucapkan secara langsung. Aku lelah berpura-pura kuat di hadapan banyak orang, sementara hatiku rapuh di tempat yang tak terlihat siapa-siapa.
Ada kecewa yang tak sempat kubagi, karena setiap kali kuucap, rasanya seperti mengulang luka yang sama. Aku terlalu sering bertanya dalam diam, "Apa salahku kali ini?" Tapi tak ada jawaban, hanya sunyi yang menggema.
Kubiarkan tulisan ini menjadi saksi, bahwa ada masa di hidupku di mana aku benar-benar lelah memperjuangkan seseorang yang bahkan tak berusaha bertahan. Aku terlalu keras mencoba memahami, sampai lupa mencintai diri sendiri.
Senyumku bukan hilang, ia hanya tak tahu lagi untuk siapa ia harus kembali. Karena setiap senyum yang kutahan, adalah sisa-sisa ketulusan yang tak pernah kau hargai.
Kini aku hanya ingin diam. Bukan karena menyerah, tapi karena kecewa ini terlalu dalam untuk dijelaskan. Aku tak butuh pengertianmu lagi, hanya ingin melupakan namamu tanpa harus menyakiti kenangan.
Jika suatu hari kau membaca ini, jangan merasa bersalah. Karena mungkin ini memang jalannya: kau harus pergi agar aku tahu siapa yang benar-benar layak tinggal. Dan kau bukan salah satunya.
Tulisan ini mungkin tak pernah sampai padamu, tapi tak apa. Ia hanya perlu sampai pada hatiku, sebagai pengingat bahwa aku pernah bertahan terlalu lama untuk seseorang yang tak pernah benar-benar memilihku.
Kamarku, 23 Juni 2025
Tidak ada komentar:
Posting Komentar