Senin, 23 Desember 2024

NEGERIKU DI MANIPULASI " 2 "

 NEGERIKU DI MANIPULASI

( JILID 2 )


Karya : Andi Irwan [ Pena_Lingga ]



Negeriku bak taman surga penuh bunga

Namun kini layu merana tanpa warna

Pemimpin negeri bersolek di cermin palsu

Menari di atas derita rakyat yang bisu


Rakyat memetik janji manis tanpa hasil

Hujan janji tumpah ruah menipu akal

Ladang impian terhampar kosong tak berbuah

Ditaburi angan palsu yang tak bertumbuh


Derap langkah pemimpin seakan berirama

Namun di balik layar topengnya berbeda

Sandiwara besar ditayangkan tanpa henti

Negeriku terperangkap dalam drama ironi


Kursi kekuasaan dihiasi emas semu

Di balik tirai gelap kepentingan semata

Rakyat hanyalah pion di papan catur

Digerakkan sesuai hasrat nafsu liar


Negeriku menangis dalam sunyi

Dipersimpangan mimpi yang tak terjawab

Pemimpin negeri terus bermain kata

Menjerat negeriku dalam kepalsuan yang fana


Mengais harapan di tengah gurun pasir

Rakyat setia menanti janji tak bertepi

Pemimpin berlaga bagai penyelamat

Namun yang tersisa hanya bayang semu


Langit negeriku kelabu oleh dusta

Bintang harapan redup ditelan gelap

Rakyat menggenggam debu impian

Di tengah badai kebohongan yang menerpa


Di atas panggung kekuasaan mereka berpesta

Rakyat jelata terpinggirkan di sudut sunyi

Senyum manis pemimpin hanyalah topeng

Menyembunyikan luka yang semakin menganga


Teriakan rakyat bagaikan angin lalu

Tak terdengar di telinga penguasa

Negeriku tertatih dalam kepura-puraan

Di bawah bayang-bayang janji kosong


Dewan yang mulia berubah jadi panggung sandiwara

Mencipta drama penuh tipu daya

Rakyat tersesat dalam labirin kebohongan

Mencari arah di tengah kabut kepalsuan


Pemimpin negeri berjanji pada bintang

Namun langkah mereka merusak tanah

Negeriku dipermainkan dalam permainan

Yang akhirnya hanya menyisakan kehampaan

Hormatku untukmu para bajingan !


Raja Ampat, 23 Desember 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mak, Masihkah Pelukanmu Menungguku ?

 MAK, MASIHKAH PELUKANMU MENUNGGUKU? Karya : Pena_Lingga Mak, andai kelak hujan jatuh tanpa langit, dan malam menanak sunyi di periuk yang t...