Sabtu, 11 Juli 2026

Kakawin Abu Di atas Arca

 KAKAWIN ABU DI ATAS ARCA


Oleh : Pena_Lingga


Di serambi aksara, resi menanak candrabhaga,

menyuguhkan amerta pada tempayan yang retak.

Cakrawala mengulum mantra tanpa swara,

sementara bayang-bayang bersabda sebagai pelita.




Padma yang mekar tak selalu bersetangga dengan telaga,

kadang berumah pada lumpur yang mengaku suci.

Arca-arca menundukkan kelopak batu,

membiarkan lumut dinobatkan menjadi mahkota.




Ada vajra yang ditempa dari desir puja,

namun patah oleh desir yang sama.

Karena garbha tak pernah melahirkan surya,

bila rahimnya dihuni kabut candramawa.




Burung-burung Garuda menukar sayapnya dengan cermin,

lalu mengira pantulan adalah angkasa.

Mereka terbang rendah di atas puing,

seraya menamai debu sebagai kahyangan.




Kujumpai kendi berisi amerta,

namun bibirnya berbau jelaga.

Setiap teguk menghadirkan padma,

setiap kenyang melahirkan mara.




Seseorang menatah pustaka dengan bunga-bunga nirwana,

lalu menyelipkan kala di sela kelopaknya.

Pembaca memetik harum semesta,

sedang racunnya lebih dahulu bermukim di nadi.




Betapa licinnya naga yang berselimut cendana,

hingga sisiknya dipuja bak ratna.

Padahal ekornya masih mengaduk lumpur,

agar sungai lupa warna hulunya.




Potret celana dalam klise kita sewaktu di surga,

masih digantung para dewa sebagai arsip kepolosan.

Sedang di bumi, kita sibuk menjahit sayap dari puja,

agar luka tampak serupa mahkota.




Ketika genta dipukul tanpa yajña,

gaungnya tetap diperebutkan para brahmana bayangan.

Mereka menyebut gema sebagai wahyu,

dan sunyi sebagai musuh peradaban.




Tatkala aksara enggan lagi menyembah gema,

dan mantra luruh dari singgasana puja,

arca pun menanggalkan lumut yang dipeliharanya.

Tinggallah debu, menjadi saksi siapa yang sedari mula hanyalah bayangan.



Belopa, 10 Juni 2026

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Anak Kecil Yang Kehilangan Pundaknya

  Anak Kecil Yang Kehilangan pundaknya Oleh : Pena_Lingga Untuk anak sepertiku yang kehilangan pundaknya sejak masih kecil, sore selalu te...