OMONG KOSONG
Karya : Andi Irwan
Ada suara lantang terdengar ke penjuru desa,
Orasi dari orang kota yang merasa berkuasa.
Tertawa, berpesta di atas luka,
Seolah tidak melihat rakyat yang sengsara.
Apa yang ia tertawakan?
Dosa besar atas kerakusan!
Pengurasan, pemerkosaan, penganiayaan,
Di mana letak keadilan?
Dengan kata-kata manis ia menghanyutkan,
Membangun impian dengan janji-janji kosong.
Di saat rakyat kelaparan, ia berlomba,
Menimbun kekayaan dalam kantong yang penuh.
Di atas meja megah, ia bersulang,
Menghitung untung di tengah penderitaan.
Lupakah ia pada akar yang rapuh?
Bumi ini terlalu lama ditindas, tercabik-cabik.
Ia berlari dengan sepatu mahal,
Lupa pada tanah yang ia injak.
Di mana suara petani, nelayan, buruh?
Apakah mereka hanya bayangan yang terabaikan?
Mereka berbicara tentang modernisasi,
Namun rakyat ditinggalkan dalam kemiskinan.
Bagaimana bisa ada kemajuan,
Jika keadilan hanya untuk yang berkuasa?
Mereka ingin mewarnai dunia dengan emas,
Namun tak pernah melihat warna rakyat yang pudar.
Di belakang layar, mereka tertawa lebar,
Menghisap darah rakyat yang terkoyak-koyak.
Kata-kata mereka penuh harapan palsu,
Mengalir deras, namun kosong.
Mereka bicarakan masa depan cerah,
Tapi siapa yang mendengar jeritan malam?
Di antara debu dan asap, mereka menari,
Menganggap kesulitan sebagai hiburan.
Jangan kira dunia ini tanpa harga,
Ada harga yang harus dibayar dengan nyawa.
Tunggu saja, waktu akan mengungkap semua,
Ketika semuanya terlambat,
Sang penguasa akan terjebak dalam jebakan yang ia buat,
Dan suara lantang itu akan hilang, tertelan kesunyian.
Sorong, 11 Januari 2025
Tidak ada komentar:
Posting Komentar